Walikota Bantu Kelompok Tani Ternak

Kota Tanjungpinang sebagai kota administrasi memang bukan merupakan wilayah produksi peternakan. Berdasarkan data Angka Tetap Kota Tanjungpinang Tahun 2020, ketersediaan daging kambing berkisar 14 ton/tahun. Sementara kebutuhan masyarakat terhadap daging tersebut mencapai 16 ton/tahun. Sehingga dapat dikatakan kekurangan daging kambing di Kota Tanjungpinang pada tahun 2020 adalah 4,4 ton. Ditinjau dari populasi, total ternak kambing yang terdata di Kota Tanjungpinang tahun 2020 sebanyak 799 ekor.

Atas kekurangan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan koordinasi dan konsultasi dengan:

a.Melakukan pendampingan dan pembinaan terkait budidaya kambing dan penanganan penyakit pada kambing.

b.Memfasilitasi Bantuan Modal Usaha Peternakan melalui Dana KUR (Kredit Usaha Rakyat).

c.Pengoptimalan lahan-lahan mati menjadi lahan produktif dalam menghasilkan pakan hijauan yang berkualitas tinggi untuk kebutuhan pakan kambing.

Buah dari seluruh upaya tersebut akhirnya dapat terwujud pada tahun 2021, tepatnya di Bulan Oktober. Terdapat 2 (dua) kelompok budidaya ternak yang mendapatkan bantuan ternak kambing yang masing-masing berjumlah 25 ekor per kelompok. Kelompok tersebut adalah Kelompok Tani Ternak Bangun Sari (Kelurahan Batu X) dan Kelompok Tani Ternak Maju Lancar (Kelurahan Melayu Kota Piring). Tahun 2021, terdapat 74 ekor sapi betina produktif yang telah sah memiliki asuransi. Sehingga bilamana suatu saat terjadi kematian mendadak, kecelakaan ataupun kehilangan pada sapi-sapi tersebut, maka pemerintah akan memberikan dana senilai Rp 10.000.000,- (sepuluh juta) per ekor per tahun. Dana ini diharapkan dapat dipergunakan peternak untuk membeli bakalan yang baru dan produktif.

#Tanjungpinang #Bantuanmasyarakat #Budidayakambing #AUTS2021 #DP3Tajungpinang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *